DIPUKUL MUNDUR

Sepertinya aku tak perlu menanyakan kabarmu, dari obrolan terakhir kukira kau baik baik saja. Ini saatnya untuk mundur menjauhi karena aku yang berambisi untuk mendapatkanmu, naas ujungnya malah sakit sendiri.

Tanyaku dalam benak "sejahat inikah aku, memaksa kamu dan aku harus jadi kita? lalu masih pantaskah aku, memperjuangkan kembali disaat kau bahagia dengan duniamu tanpa aku.

Aku akan berhenti mencari tau perihal tentang kamu. Tapi sadar diri juga mengingatkan bahwa apapun yang kita perjuangankan tak akan selalu kita dapatkan. Kau pun berhak bahagia dan aku pun berhak berjuang.

Bukannya mau menyerah, kali ini aku tidak bisa menyembunyikan rasa sakit. Iya, ini semua tentang harapan yang membuat rasa sakit itu ada. Berharap untuk kau bisa merasakan perasaan yang sama denganku, naas harapan telah menghancurkan semuanya. Tanpa sadar kau telah menyakiti aku lagi, meskipun kau biasa saja dengan ini seola kau tak melakukan apapun karena harapanku terlalu besar.

Seharusnya aku tak perlu tau tentang semua ini, tapi seorang kawan telah mengakatakannya. Inikah jawaban atas doa doa yang kupanjatkan tanpa lupa selalu kusebut namamu dalam doaku. Terimakasih atas jawaban dari segala  doaku, mungkin ini akan lebih baik. Aku telah diingatkan bahwa semestinya segera berpindah agar tidak menggilaimu seperti ini.

Kuputuskan untuk beristirahat memperjuangkanmu, suatu saat nanti akan kumulai kembali perjuanganku. Mungkin kesalahanku terlalu menaruh harapan padamu. Memang tidak baik berharap pada manusia, nanti yang kita dapati hanya rasa kecewa seperti rasa saat Ini.

Komentar

  1. "Memang tidak baik berharap pada manusia, nanti yang kita dapati hanya rasa kecewa"

    Huwa Huwa Huwa😭😭😭

    BalasHapus

Posting Komentar