DIPUKUL MUNDUR
Sepertinya aku tak perlu menanyakan kabarmu, dari obrolan terakhir kukira kau baik baik saja. Ini saatnya untuk mundur menjauhi karena aku yang berambisi untuk mendapatkanmu, naas ujungnya malah sakit sendiri. Tanyaku dalam benak "sejahat inikah aku, memaksa kamu dan aku harus jadi kita? lalu masih pantaskah aku, memperjuangkan kembali disaat kau bahagia dengan duniamu tanpa aku. Aku akan berhenti mencari tau perihal tentang kamu. Tapi sadar diri juga mengingatkan bahwa apapun yang kita perjuangankan tak akan selalu kita dapatkan. Kau pun berhak bahagia dan aku pun berhak berjuang. Bukannya mau menyerah, kali ini aku tidak bisa menyembunyikan rasa sakit. Iya, ini semua tentang harapan yang membuat rasa sakit itu ada. Berharap untuk kau bisa merasakan perasaan yang sama denganku, naas harapan telah menghancurkan semuanya. Tanpa sadar kau telah menyakiti aku lagi, meskipun kau biasa saja dengan ini seola kau tak melakukan apapun karena harapanku terlalu besar. Sehar...