Postingan

DIPUKUL MUNDUR

Sepertinya aku tak perlu menanyakan kabarmu, dari obrolan terakhir kukira kau baik baik saja. Ini saatnya untuk mundur menjauhi karena aku yang berambisi untuk mendapatkanmu, naas ujungnya malah sakit sendiri. Tanyaku dalam benak "sejahat inikah aku, memaksa kamu dan aku harus jadi kita? lalu masih pantaskah aku, memperjuangkan kembali disaat kau bahagia dengan duniamu tanpa aku. Aku akan berhenti mencari tau perihal tentang kamu. Tapi sadar diri juga mengingatkan bahwa apapun yang kita perjuangankan tak akan selalu kita dapatkan. Kau pun berhak bahagia dan aku pun berhak berjuang. Bukannya mau menyerah, kali ini aku tidak bisa menyembunyikan rasa sakit. Iya, ini semua tentang harapan yang membuat rasa sakit itu ada. Berharap untuk kau bisa merasakan perasaan yang sama denganku, naas harapan telah menghancurkan semuanya. Tanpa sadar kau telah menyakiti aku lagi, meskipun kau biasa saja dengan ini seola kau tak melakukan apapun karena harapanku terlalu besar. Sehar...

KAU YANG TIDAK PEDULI

Harus bagaimana sekarang, sudah kusampaikan bahwa aku rindu tapi responmu? ahh membuatku kesal. Tanyaku dalam benak, Apakah hatimu sudah mati?  Kau kemanakan perasaanmu? Ada bagian darimu yang telah berubah, aku memang menyukai sebuah perubahan tapi tidak dengan sikapmu. Sudah kubuat supaya diriku bersikap biasa saja denganmu, malah dibuat semakin mengingatmu. Pusing aku mendambamu. Memang seharusnya aku merindukanmu sewajarnya, dan merelakanmu seutuhnya. Aku yakin pasti mampu merelakanmu, tak seharusnya berharap pada hati yang telah mati. Seharusnya merelakanmu adalah cara untuk menghargai diriku sendiri. Hanya saja, kau memulai dengan kisah barumu. Sementara aku, mulai menulis menceritakanmu. Aku mengerti, aku juga sadar diri kau juga tidak akan peduli dengan ini. KESALAHANKU MENGENALMU TANPA MEMIKIRKAN PERASAAN

MIMPI YANG INDAH DARI KENYATAAN YANG PAIT

Tatkala malam itu, kau singgah lagi dimimpiku untuk menjadikan mimpi itu indah. Jika itu mimpi tentangmu, semua pasti indah. Hadirmu di mimpiku, kau datang untuk mengajakku menghabiskan malam, saling berbincang, seraya menikmati tawamu, menikmati malam lalu berdamai dengan dinginnya kota. Bayangan mimpi itu membias seakan tampak semu dan tak mau hilang. Kemudian, bangunkanku dari mimpi indah. Naas pada kenyataan saat ini kau malah menghilang, entah mengapa itu terjadi. Kini bagaimana sekarang keadaanmu. Anganku, "Jika mimpi lebih indah daripada kenyataan yang pahit, inginku untuk terus menutup mata agar bisa merasakan mimpi indah itu lebih lama dan membuat mimpi itu hidup tanpa ada niat sedikitpun untuk membuka mata." Saat ini semesta gelap lalu membeku semua hitam lalu terasa dingin apakah engkau bukan cahaya yang selama ini kucari? semesta membeku saat kau pergi dariku, ada apa dengan sekarang ini? dimanakah kau kini sungguh aku rindu. Saat ini aku lebi...

Aku, Kamu, dan Kekasihmu

Langit mendung sisa semalam Nampaknya masih menetap pada raut wajahmu yang kini kian temaram kenapa dirimu? masihkah kekasihmu menjadi alasan jatuhnya tangismu? Semua tanyaku hanya jadi diam dan membeku. Jujur jika semua tentangmu, aku seolah menjadi bisu. Ku tulis semua tanyaku tanpa mampu kutanyakan padamu. Aku angkuh dengan perasaanku dan kau pun juga menuli tentang itu. Sudahlah, ku sudahi tulisan ini. ku tutup dengan doaku. Teruslah bahagia bersama kekasihmu, jangan ada lagi hujan air mata dipipimu. Kau terlalu agung untuk dikalahkan rasa sakit, dan kau adalah doa yang paling akhir ku kirimkan. Bukan untuk menjadi teman setiap hariku, namun menjadi teman disetiap tidur lelapku.