Aku, Kamu, dan Kekasihmu
Langit mendung sisa semalam Nampaknya masih menetap pada raut wajahmu yang kini kian temaram kenapa dirimu? masihkah kekasihmu menjadi alasan jatuhnya tangismu? Semua tanyaku hanya jadi diam dan membeku. Jujur jika semua tentangmu, aku seolah menjadi bisu. Ku tulis semua tanyaku tanpa mampu kutanyakan padamu. Aku angkuh dengan perasaanku dan kau pun juga menuli tentang itu. Sudahlah, ku sudahi tulisan ini. ku tutup dengan doaku. Teruslah bahagia bersama kekasihmu, jangan ada lagi hujan air mata dipipimu. Kau terlalu agung untuk dikalahkan rasa sakit, dan kau adalah doa yang paling akhir ku kirimkan. Bukan untuk menjadi teman setiap hariku, namun menjadi teman disetiap tidur lelapku.